Sudahhhh...terjebak sudahhh. Adoiii...tak pernah-pernah tengok drama Korean, tiba-tiba boleh tersuka pulak. Bukan suka-suka anak nakkk...ni dah suka-suka bapak punya suka sampai tak boleh move on...hahaha. Tu la, suka sangat memperlekeh orang yang follow korean stuffs ni kan...sekali terkena atas batu jemala sendiri.
Tapi, nak justify jugaklah kan...it's a beautiful storyline. Yang ada mesej. Telipuk rasa rencahnya cukup...tarikan yang kuat. Ini drama yang seseorang yang Telipuk percaya cadangkan suruh tengok. Bersungguh-sungguh dia suruh tengok sebab Telipuk kan suka dua jenis genre saja...satu komedi seram....satu lagi romantic comedy...keyword : komedi. hahahaha...bila tengok rasa tak muak dan boleh follow cerita, teruslah ikut sampai habis. Yang penting 16 episod sahaja, kalau panjang meleret-leret sorry tak rajin.
Cerita apa tu? Tajuknya "Familiar Wife".
Moral of the story : Percayalah kepada takdir. Redhalah dengan ketentuan Illahi.
Sungguh? Ya, sungguh. Jangan fikir cerita simple macam itu tak boleh beri mesej. Banyak owh kalau nak kupas. Telipuk pun siap boleh bercermin diri, bukan Cha Ju Hyuk saja ...hahaha...adoiii...
Nanti Telipuk kupas dalam entri lain, but today, just suka nak letak translated lyrics untuk OST drama ni. Lagu ni kalau keluar memang the episode about to end la...nice one. Tak tahu dan tak kenal pun penyanyinya siapa...lirik sangat kena dengan pengkisahan drama ini. Like it!
Sometimes I follow the moonlight
Hollowed mind
Eyes that look at you veiled
Feels like I’m in an unknown maze
I didn’t even know
Till we went to different worlds
Who is the person I know?
Were those sad eyes, yours?
In these feelings that wash over me
I hope you’ll know, at least a little
Love me again
Now I think I know
Can’t I have you again
Now I know how I was trapped
In childish emotions next to you
Who is the person I know?
Were those sad eyes, yours?
In these feelings that wash over me
Trap me in your heart
Sad times in pain
Dreamed of you and me
I’m fine feel right
Here I am my love Love me again
Love me again
I wanted that smile so badly
All of you that dazzles so brightly
I realized after 1000 steps away
That I still love you
Love me again
Showing posts with label lirik pilihan. Show all posts
Showing posts with label lirik pilihan. Show all posts
Monday, October 01, 2018
Thursday, June 28, 2018
Luluh - Khai Bahar
Sudah puas aku menangis lagi
Kau hadirkan mendung awan yang kelam
Namun ku kan tetap bisa bertahan
Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir
Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini
Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku
Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir
Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini
Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku
Sedia menghadapi yang akan tiba
Takkan berundur walau seketika
Aku terus berjalan mencari sinar baru
Kau hadirkan mendung awan yang kelam
Namun ku kan tetap bisa bertahan
Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir
Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini
Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku
Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir
Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini
Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku
Sedia menghadapi yang akan tiba
Takkan berundur walau seketika
Aku terus berjalan mencari sinar baru
Wednesday, March 22, 2017
Mawar Terpinggir ~ Francisca Peter
Perasaan dan hatimu
Mengikut musim
Bertukar ganti hangat dingin
Kehadiranmu didalam hidupku
Bak bayang
Sebentar ada sebentar menghilang
Siapa sebenarnya aku padamu
Aku sendiri terkeliru
Kau mengharapkan aku sentiasa mengerti
Terima saja
Apa yang terjadi
Diri mawar yang terpinggir
Terkadang dipuja
Terkadang tersingkir
Hati disebalik tenangku
Bagai kaca musnah
Terhempas ke batu
Perasaan dan hatimu
Mengikut musim
Bertukar ganti hangat dingin
Kehadiranmu didalam hidupku
Bak bayang
Sebentar ada sebentar menghilang
Monday, June 20, 2016
Holding on to Hope
Holding on to Hope - Jenny & Tyler - Faint Not - Copyright 2010 One Eyed Cat Music (BMI)
Music and Lyrics by Tyler Somers (BMI) and Jennifer Somers (BMI)
People I know around me float past with the debris
Saying they don’t mind, such is life, as they float on down the street
I heard the worst is to come, I heard the words
'Look above and find your home in Me
In this storm
I’m holding on to hope, hope, hope
And never letting go, no, no
Even when the storm it grows, hope, hope
Will never let me go, no, no
‘Til I go on home
People build homes using pieces of broken virtue and philosophy
When people place hope in people I notice even more broken dreams
I know that time is so short, there’s something in store, a home I’ve never seen
In this storm, o in this storm
I’m holding on to hope, hope, hope
And never letting go, no, no
Even when the storm it grows, hope, hope
Will never let me go, no, no
‘Til I go on home
Only a trace, no face to face
So here I wait with this poor reflection
Running a race, scared I’m going to break down
Give me strength, Your protection
Only a moment, a passing of time
Until the day when faith is sight
Only a moment, like a flashing of light
So keep me safe, keep me nigh
Keep my way homeward bound
When the rain’s pouring down
Keep me safe, keep me safe
I’m holding on to hope
Never letting go, no, no
‘Til the day I come on home, hope, hope
And finally fully know
Music and Lyrics by Tyler Somers (BMI) and Jennifer Somers (BMI)
People I know around me float past with the debris
Saying they don’t mind, such is life, as they float on down the street
I heard the worst is to come, I heard the words
'Look above and find your home in Me
In this storm
I’m holding on to hope, hope, hope
And never letting go, no, no
Even when the storm it grows, hope, hope
Will never let me go, no, no
‘Til I go on home
People build homes using pieces of broken virtue and philosophy
When people place hope in people I notice even more broken dreams
I know that time is so short, there’s something in store, a home I’ve never seen
In this storm, o in this storm
I’m holding on to hope, hope, hope
And never letting go, no, no
Even when the storm it grows, hope, hope
Will never let me go, no, no
‘Til I go on home
Only a trace, no face to face
So here I wait with this poor reflection
Running a race, scared I’m going to break down
Give me strength, Your protection
Only a moment, a passing of time
Until the day when faith is sight
Only a moment, like a flashing of light
So keep me safe, keep me nigh
Keep my way homeward bound
When the rain’s pouring down
Keep me safe, keep me safe
I’m holding on to hope
Never letting go, no, no
‘Til the day I come on home, hope, hope
And finally fully know
Wednesday, May 18, 2016
Matahari - Hafiz AF
Matahari tak cukup indah
Pada pagi yang suram ini
Malam ku resah kerana
Malam mungkin kelam
Bumi indah cinta punah
Bintang bintang tumpang berduka
Meratapi nasib
Kenapa hari ini
Matahari bangunlah
Indahkan hari ini
Engkau perlu hidupkan semula mimpi kami
Matahari bangkitlah
Indahkan hari ini
Engkau perlu hidupkan semula cinta kami
Lupakan kisah
Kisah yang terjadi
Mengharap sinar
Sinaran darimu
Matahari bangunlah
Indahkan hari ini
Bagi kami terus melayari hidup kami
Matahari bangkitlah
Indahkan hari ini
Bagi kami terus menghidupkan cinta kami
Lupakan kisah
Kisah yang terjadi
Mengharap sinar
Sinaran darimu
Pada pagi yang suram ini
Malam ku resah kerana
Malam mungkin kelam
Bumi indah cinta punah
Bintang bintang tumpang berduka
Meratapi nasib
Kenapa hari ini
Matahari bangunlah
Indahkan hari ini
Engkau perlu hidupkan semula mimpi kami
Matahari bangkitlah
Indahkan hari ini
Engkau perlu hidupkan semula cinta kami
Lupakan kisah
Kisah yang terjadi
Mengharap sinar
Sinaran darimu
Matahari bangunlah
Indahkan hari ini
Bagi kami terus melayari hidup kami
Matahari bangkitlah
Indahkan hari ini
Bagi kami terus menghidupkan cinta kami
Lupakan kisah
Kisah yang terjadi
Mengharap sinar
Sinaran darimu
Thursday, March 10, 2016
Dari Kaki Tangga Ke Menara - Fauziah Latiff
Jarang sebenarnya sekarang nak jumpa lagu dengan lirik yang membina dengan selitan nasihat sebegini. Ini antara lagu yang sedap di pendengaran dan mudah difahami, namun tidaklah sampai menjadi siulan. Lagu yang agak lama...beza sangatlah kan kalau dibandingkan dengan lagu-lagu sekarang...nak sebut pun tak reti...heheh...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Peruntukkan secebis dari masamu nan terluang
Mengimbasi kembali suka duka masa nan silam
Ditempuhi bersama setiap cabaran yang datang
Pengalaman yang pahit dan manis tak terlupakan
Dari bawah setangga ke setangga kita mendaki
Kita jatuh terluka dan bangkit melangkah kembali
Dengan rasa percaya pada keupayaan diri
Tiada yang mustahil dihadapi
Demikian kebalnya ikatan kita
Demikian eratnya jalinan rasa
Keyakinan diiringi doa
Begitu percintaan kita
Sebati dengan cita-cita
Merancang kehidupan hari muka
Aku gembira menyaksikan
Kau beroleh kejayaan
Dulu di kaki tangga
Kini di menara
Jangan kau lupa masa silammu
Dan mereka yang membantu
Moga tak kau abaikan
Amanah dan kewajipan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Peruntukkan secebis dari masamu nan terluang
Mengimbasi kembali suka duka masa nan silam
Ditempuhi bersama setiap cabaran yang datang
Pengalaman yang pahit dan manis tak terlupakan
Dari bawah setangga ke setangga kita mendaki
Kita jatuh terluka dan bangkit melangkah kembali
Dengan rasa percaya pada keupayaan diri
Tiada yang mustahil dihadapi
Demikian kebalnya ikatan kita
Demikian eratnya jalinan rasa
Keyakinan diiringi doa
Begitu percintaan kita
Sebati dengan cita-cita
Merancang kehidupan hari muka
Aku gembira menyaksikan
Kau beroleh kejayaan
Dulu di kaki tangga
Kini di menara
Jangan kau lupa masa silammu
Dan mereka yang membantu
Moga tak kau abaikan
Amanah dan kewajipan
Monday, February 15, 2016
I Believe I Can Fly
I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I'm leaning on the everlasting arms
If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus:]
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly
See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh
If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus]
Hey, cause I believe in me, oh
If I can see it, then I can do it (I can do it)
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus]
Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly-eye-eye-eye
Hum, fly-eye-eye
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I'm leaning on the everlasting arms
If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus:]
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly
See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh
If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus]
Hey, cause I believe in me, oh
If I can see it, then I can do it (I can do it)
If I just believe it, there's nothing to it
[Chorus]
Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly-eye-eye-eye
Hum, fly-eye-eye
Friday, January 15, 2016
La Tahzan - Merpati Band
Allah Maha Besar tempat ku mengadu
Tentang keluh kesah yang ada di hatiku
Bila ku bersedih ku berserah padaMu
Allah kan mendengar doaku
Janganlah bersedih
Janganlah menangis
Pasrahkan saja semua padaNya
Tak ada masalah yang Allah berikan
Tanpa mampu kita menghadapinya
Sesungguhnya Allah bersama kalian
Setia menemani dalam kesedihan
Berdoalah jika hatimu tersakiti
Allah kan menjawab doamu pasti
La Tahzan...
Tentang keluh kesah yang ada di hatiku
Bila ku bersedih ku berserah padaMu
Allah kan mendengar doaku
Janganlah bersedih
Janganlah menangis
Pasrahkan saja semua padaNya
Tak ada masalah yang Allah berikan
Tanpa mampu kita menghadapinya
Sesungguhnya Allah bersama kalian
Setia menemani dalam kesedihan
Berdoalah jika hatimu tersakiti
Allah kan menjawab doamu pasti
La Tahzan...
Friday, December 04, 2015
Bila Tiba - Ungu
Hmm…, Ohh….
Saat tiba nafas tiba diujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara
Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua pertanyaan…
Hmm… aaaha.. uuuuhu…oh
Bila nafas akhir berhenti sudah
Jantung hati pun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara
Mati, tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati, tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pasti kan mengalami mati…
Mati, tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri … Oh…
Mati, tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pasti kan mengalami mati…
Saat tiba nafas tiba diujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara
Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua pertanyaan…
Hmm… aaaha.. uuuuhu…oh
Bila nafas akhir berhenti sudah
Jantung hati pun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara
Mati, tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati, tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pasti kan mengalami mati…
Mati, tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri … Oh…
Mati, tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pasti kan mengalami mati…
Tuesday, December 01, 2015
Biarkanlah - Drama Band
Semua pernah tercipta
Seakan terhapus sudah segala
Tak mampu ku kembali
Biarkan saja berakhir di sini
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah
Aku pergi demi bahgiamu
Semua janji terbina
Seakan sudah tidak bermakna
Tak mampu ku kembali
Biarkan saja berakhir di sini
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah
Aku pergi demi bahgiamu
Selagi kita masih bersama
Semakin ku terluka
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah semuanya
Aku pergi demi bahgiamu
Aku pergi demi bahgiamu
Aku pergi demi bahgiamu
Seakan terhapus sudah segala
Tak mampu ku kembali
Biarkan saja berakhir di sini
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah
Aku pergi demi bahgiamu
Semua janji terbina
Seakan sudah tidak bermakna
Tak mampu ku kembali
Biarkan saja berakhir di sini
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah
Aku pergi demi bahgiamu
Selagi kita masih bersama
Semakin ku terluka
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar patah hatiku
Biarkanlah
Aku pergi demi hidupmu
Biar hancur harapku
Lepaskanlah semuanya
Aku pergi demi bahgiamu
Aku pergi demi bahgiamu
Aku pergi demi bahgiamu
Friday, July 10, 2015
Kun Anta
Ketika ingin bersaing dengan mereka,
aku telah meniru apa yang ada pada mereka
Lalu aku mula menjadi seperti orang lain, supaya aku boleh berbangga
dan aku sangka jika aku lakukan seperti itu aku akan dapat kelebihan
Namun aku dapati yang aku perolehi hanyalah kerugian. Itulah yang nyata.
Tidak..Tidak...
Kita tidak memerlukan harta, agar bertambah cantik.
Permata kita ada di sini, di dalam hati yang bersinar-sinar
Tidak..Tidak...
kita bukan di terima orang lain dengan apa yang tidak ada.
Kita diterima adalah kerana perbuatan (akhlak) kita.
Itulah kecantikan kita. Yang sangat tinggi dan mulia
Jadilah diri kamu sendiri
pasti akan bertambah lagi kecantikan yang sedia ada
Sungguh aku menerima mereka, dan aku tidak perlu meniru perwatakan mereka
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha.
Aku akan menjadi diriku sendiri. Seperti diriku sepenuhnya. Inilah aku.
Sifat qanaah sudah cukup untuk ku. Itulah keyakinanku
Aku akan menjadi diriku sendiri, mengikut kemampuan diriku.
Aku tidak perlukan orang lain untuk menerimaku
Aku akan jadi seperti diriku.
Apa yang aku inginkan. Untuk diriku dan bukan untuk keredhoan mereka
aku telah meniru apa yang ada pada mereka
Lalu aku mula menjadi seperti orang lain, supaya aku boleh berbangga
dan aku sangka jika aku lakukan seperti itu aku akan dapat kelebihan
Namun aku dapati yang aku perolehi hanyalah kerugian. Itulah yang nyata.
Tidak..Tidak...
Kita tidak memerlukan harta, agar bertambah cantik.
Permata kita ada di sini, di dalam hati yang bersinar-sinar
Tidak..Tidak...
kita bukan di terima orang lain dengan apa yang tidak ada.
Kita diterima adalah kerana perbuatan (akhlak) kita.
Itulah kecantikan kita. Yang sangat tinggi dan mulia
Jadilah diri kamu sendiri
pasti akan bertambah lagi kecantikan yang sedia ada
Sungguh aku menerima mereka, dan aku tidak perlu meniru perwatakan mereka
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha.
Aku akan menjadi diriku sendiri. Seperti diriku sepenuhnya. Inilah aku.
Sifat qanaah sudah cukup untuk ku. Itulah keyakinanku
Aku akan menjadi diriku sendiri, mengikut kemampuan diriku.
Aku tidak perlukan orang lain untuk menerimaku
Aku akan jadi seperti diriku.
Apa yang aku inginkan. Untuk diriku dan bukan untuk keredhoan mereka
Wednesday, December 03, 2014
The Rose - Bette Midler
Some say love, it is a river
That drowns the tender reed.
Some say love, it is a razor
That leaves your soul to bleed.
Some say love, it is a hunger,
An endless aching need.
I say love, it is a flower,
And you its only seed.
It's the heart afraid of breaking
That never learns to dance.
It's the dream afraid of waking
That never takes the chance.
It's the one who won't be taken,
Who cannot seem to give,
And the soul afraid of dyin'
That never learns to live.
When the night has been too lonely
And the road has been too long,
And you think that love is only
For the lucky and the strong,
Just remember in the winter
Far beneath the bitter snows
Lies the seed that with the sun's love
In the spring becomes the rose.
That drowns the tender reed.
Some say love, it is a razor
That leaves your soul to bleed.
Some say love, it is a hunger,
An endless aching need.
I say love, it is a flower,
And you its only seed.
It's the heart afraid of breaking
That never learns to dance.
It's the dream afraid of waking
That never takes the chance.
It's the one who won't be taken,
Who cannot seem to give,
And the soul afraid of dyin'
That never learns to live.
When the night has been too lonely
And the road has been too long,
And you think that love is only
For the lucky and the strong,
Just remember in the winter
Far beneath the bitter snows
Lies the seed that with the sun's love
In the spring becomes the rose.
Tuesday, January 15, 2013
Rapuh-Opick
Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidup
Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padaMu
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dadaku harap hanya
DiriMu yang bertakhta
Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidup
Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padaMu
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dadaku harap hanya
DiriMu yang bertakhta
Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu
Monday, January 07, 2013
Lau Kana Bainana
Wahai Tuhanku, kami telah lalai lupa.
Namun setiap orang daripada kami tetap tamakkan...
Keampunan-Mu, dan sifat pemurah-Mu,Dan kebebasan daripada api neraka-Mu,
Dan juga syurga bersama Penghulu seluruh manusia.
Kami mohon...Kami mohon pada-Mu,
Wahai Tuhanku dari sudut hati yang paling dalam.....
يا رَبِّي قَدْ غَفِلْنَا وَكُلُّناَ طَمْعٌ
فِيْ عَفْوٍ وَفِيْ كَرَمٍ وَفِيْ أَعْتَاقٍ
وَجَنَّةٍ مَعَ سَيِّدِ الْبَشَرْ
نَدْعُوْك..نَدْعُوْكَ رَبِّيْ مِنَ الْأَعْمَاقِ
Andainya Kekasih-Mu (Muhammad) masih berada bersama-sama kami,
Akan terlunaslah segala hutang dan semakin hampirlah,
Dengan haruman baginda sebelum hilangnya
Rasa yang meronta-ronta untuk berada hampir dengan kekasih-Mu..
لَوْ كَانَ بَيْنَنَا الْحَبِيْب
لَدَنَا القَاصِيْ وَالْقَرِيْب
مِنْ طَيِّبَةٍ قَبْلَ الْمَغِيْب
طَالِباً قُرْبَ الحَبِيْب
Berada berhampirannya jiwa turut menjadi harum
Dan apa jua yang kalian doakan kepada Allah akan diperkenankan.
Cahaya Nabi Muhammad tidak akan pernah sirna.
Sempatkanlah kami bertemu dengan Baginda,
Wahai Tuhan yang Maha Merperkenankan doa hamba.
بِقُرْبِهِ النَّفْسُ تَطِيْب
وَتَدْعُوا الله فَيُجِيْب
أَنْوَارُ طَهَ لاَ تَغِيْب
بَلِّغْنَا لِقَاهُ يَا مُجِيْب
Hidayahmu kepada alam merata luas
Tanda hampirnya kasih sayang Tuhan Pemberi Hidayah.
Hadis-hadismu ibarat sungai mengalir jernih.
Berada disisimu bagaikan dahan yang tumbuh segar dan basah.
هُدَاكَ الْكَوْنُ الرَّحِيْب
رَحْمَةَ الهَادِيْ الْقَرِيْب
حَدِيْثُكَ النَّهْرُ الْعَذِيْب
جِوَارُكَ الْغُصْنُ الرَّطِيْب
Kutebus diriku dengan dirimu wahai Kekasihku.
Nabi Muhammad yang mulia lagi asing
Berada berhampiranmu jiwa menjadi harum
Wahai yang diutuskan sebagai tanda kasih sayang,
Tuhan kepada seluruh Alam
فَدَتْكَ رُوْحِيْ يَا حَبِيْب
محمدٌ مُكْرِمَ الْغَرِيْب
بِقُرْبِكَ الرُّوْحُ تَطِيْب
ياَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن
Wahai Kekasihku Wahai Muhammad
Wahai pengubat hatiku Wahai yang terpuji
Dirimu memiliki kelebihan yang diakui
Oleh Tuhan yang turut berselawat kepadamu.
يَا حَبِيْبِيْ ياَ مُحَمَّدْ
يَا طَبِيْبِيْ يَا مُمَجَّدْ
أَنْتَ ذُوالْفَضْلِ الْمُؤَيَّدْ
جَلَّ مَنْ صَلَّى عَلَيْك
رَحْمَةَ الهَادِيْ الْقَرِيْب
حَدِيْثُكَ النَّهْرُ الْعَذِيْب
جِوَارُكَ الْغُصْنُ الرَّطِيْب
Kutebus diriku dengan dirimu wahai Kekasihku.
Nabi Muhammad yang mulia lagi asing
Berada berhampiranmu jiwa menjadi harum
Wahai yang diutuskan sebagai tanda kasih sayang,
Tuhan kepada seluruh Alam
فَدَتْكَ رُوْحِيْ يَا حَبِيْب
محمدٌ مُكْرِمَ الْغَرِيْب
بِقُرْبِكَ الرُّوْحُ تَطِيْب
ياَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن
Wahai Kekasihku Wahai Muhammad
Wahai pengubat hatiku Wahai yang terpuji
Dirimu memiliki kelebihan yang diakui
Oleh Tuhan yang turut berselawat kepadamu.
يَا حَبِيْبِيْ ياَ مُحَمَّدْ
يَا طَبِيْبِيْ يَا مُمَجَّدْ
أَنْتَ ذُوالْفَضْلِ الْمُؤَيَّدْ
جَلَّ مَنْ صَلَّى عَلَيْك
Sumber : http://drnasrullah.blogspot.com/2011/12/lirik-dan-maksud-lagu-lau-kana-bainana.html
Monday, June 04, 2012
Pedoman - Nora ft VOU
Roda waktu tak pernah menunggu
Pergi terus berlalu
Segala dosa segala belenggu
Sesal menikam jiwa kuhiba, terasa
KebesaranMu… Lantas kutadah, berdoa
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Cahaya rahmatMu menyinar bahagia
Syukur hatiku rasa
Bergetar tubuh kusebut namaMu
Yang Maha Esa, Maha Pengasih Penyayang
KurniaanMu lantas kusujud, bersyukur
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah, jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Oooooooooooo……
Biar pedoman ini
Berkekalan dihati, selamanya
Pengubat jiwa, penyinar bahagia
Inilah kasih yang kita damba
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah
Jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Sumber : http://www.liriklagumuzika.com/2011/11/lirik-lagu-pedoman-nora-vou-voices-of.html#ixzz1wmziUWdh
Pergi terus berlalu
Segala dosa segala belenggu
Sesal menikam jiwa kuhiba, terasa
KebesaranMu… Lantas kutadah, berdoa
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Cahaya rahmatMu menyinar bahagia
Syukur hatiku rasa
Bergetar tubuh kusebut namaMu
Yang Maha Esa, Maha Pengasih Penyayang
KurniaanMu lantas kusujud, bersyukur
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah, jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Oooooooooooo……
Biar pedoman ini
Berkekalan dihati, selamanya
Pengubat jiwa, penyinar bahagia
Inilah kasih yang kita damba
Tuhan berikan pedoman
Tunjukkan aku arah
Jalan yang kau redhai
Tuhan berikan pedoman
Dan bila kumenjauh,
Kembali ke pangkal jalan
Sumber : http://www.liriklagumuzika.com/2011/11/lirik-lagu-pedoman-nora-vou-voices-of.html#ixzz1wmziUWdh
Friday, May 04, 2012
Senja Nan Merah - Awie & ZZ
Masihkah kita termangu di bawah pepohonan
Ketika hujan melunturi danau yang terusang
Tidak pernah dibilang hari
Hanyalah debar yang terasa... terasa
Setiap hari dibuai mimpi yang terindah
Dengan menghitung senja merah dihujung sinar
Mencipta keheningan rahsia
Pada sehimpun kenangan
Menyimpul satu makna diruang yang lurus ini
Haruskah kita mencari pada gunung dan lurah
Liku-liku curam insani
Haruskah kita mencari puncak mengilau cahaya
Dalam hidup seribu warna
Dibawah teriring ungkapan pada sebuah wajah
Yang lara kesepian
Haruskah kita mencari dalam senja begini
Kembali kita bertemu
Haruskah kita mencari dalam simpati wangi
Membilang kenangan yang abadi
Seperti menuggu mentari senja
Menghilang perlahan-lahan disebalik
Awan yang merah
Dibalik awan yang merah
Dibalik awan yang merah
Ketika hujan melunturi danau yang terusang
Tidak pernah dibilang hari
Hanyalah debar yang terasa... terasa
Setiap hari dibuai mimpi yang terindah
Dengan menghitung senja merah dihujung sinar
Mencipta keheningan rahsia
Pada sehimpun kenangan
Menyimpul satu makna diruang yang lurus ini
Haruskah kita mencari pada gunung dan lurah
Liku-liku curam insani
Haruskah kita mencari puncak mengilau cahaya
Dalam hidup seribu warna
Dibawah teriring ungkapan pada sebuah wajah
Yang lara kesepian
Haruskah kita mencari dalam senja begini
Kembali kita bertemu
Haruskah kita mencari dalam simpati wangi
Membilang kenangan yang abadi
Seperti menuggu mentari senja
Menghilang perlahan-lahan disebalik
Awan yang merah
Dibalik awan yang merah
Dibalik awan yang merah
Monday, April 09, 2012
Aku Maafkan Kamu - Malique & Jamal Abdilah
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Atur sepuluh daktil batal yang batil
Detik dua usul ditutup satu lagi tampil
Dari halaman rusuk kiri satu susuk ganjil
Minta diisolasi dari dalil busuk jahil
Aspirasi tak serasi dengan suara bunyi
Inkarserasi dari penghuni dan keluarga bumi
Surat wasiatnya atas paksi dalam rumi
Minta dikebumikan hidup-hidup dalam guni
Mana cepat terbang atau warna gelang tangan
Buah fikiran aneh tergantung di persimpangan
Halusinasi susuli ketandusan ihsan
Ubat parut auditori kesan artileri insan
Gagal dikesan
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Timbul tenggelam, timbul tenggelam
Acapkali terpendam, acapkali tersergam
Cermin muka kopak penuh bintik hitam silam
Ini bukan lagu rindu ini madah dendam
Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu
Maafkan mereka, mereka tidak tahu
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Mereka tidak fasih malah fasik guna kata
Kita kongsi nama bangsa tapi tidak kasta bahasa
Maafkan mereka, mereka tiada nilai
Ibu bapa lalai dari kecil dah diabai
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati
Atas kepala murai sekawan
Baling ku ramit kucup lehernya
Terlalu rahi dendam di angan
Sampai terkacip mulut mahirnya
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Jangan ahli sihir seru nama maharaja
Nanti segerombolan hantu bisu yang menjelma
Guna hak berfikir sebelum hak untuk bersuara
Kalau terpelajar sila guna hak miranda
Pura-pura dengar, telan tapi tidak hadam
Hafaz bila lafaz tapi mereka tidak faham
Mereka mula kiri, aku kanan bila baca
Sudah mahir rumi, mari tafsir alif ba ta
(Alif)
Ada teratak di hujung kampung
(Ba)
Bawah cermin kopak ada kotak
(Ta)
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Atur sepuluh daktil batal yang batil
Detik dua usul ditutup satu lagi tampil
Dari halaman rusuk kiri satu susuk ganjil
Minta diisolasi dari dalil busuk jahil
Aspirasi tak serasi dengan suara bunyi
Inkarserasi dari penghuni dan keluarga bumi
Surat wasiatnya atas paksi dalam rumi
Minta dikebumikan hidup-hidup dalam guni
Mana cepat terbang atau warna gelang tangan
Buah fikiran aneh tergantung di persimpangan
Halusinasi susuli ketandusan ihsan
Ubat parut auditori kesan artileri insan
Gagal dikesan
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Timbul tenggelam, timbul tenggelam
Acapkali terpendam, acapkali tersergam
Cermin muka kopak penuh bintik hitam silam
Ini bukan lagu rindu ini madah dendam
Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu
Maafkan mereka, mereka tidak tahu
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Mereka tidak fasih malah fasik guna kata
Kita kongsi nama bangsa tapi tidak kasta bahasa
Maafkan mereka, mereka tiada nilai
Ibu bapa lalai dari kecil dah diabai
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati
Atas kepala murai sekawan
Baling ku ramit kucup lehernya
Terlalu rahi dendam di angan
Sampai terkacip mulut mahirnya
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Jangan ahli sihir seru nama maharaja
Nanti segerombolan hantu bisu yang menjelma
Guna hak berfikir sebelum hak untuk bersuara
Kalau terpelajar sila guna hak miranda
Pura-pura dengar, telan tapi tidak hadam
Hafaz bila lafaz tapi mereka tidak faham
Mereka mula kiri, aku kanan bila baca
Sudah mahir rumi, mari tafsir alif ba ta
(Alif)
Ada teratak di hujung kampung
(Ba)
Bawah cermin kopak ada kotak
(Ta)
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan
Saturday, March 17, 2012
Muhasabah Cinta - EdCoustic
Memulakan pagi dengan merdu suara anak-anak muda melagukan lagu ini dalam rancangan Assalamualaikum di TV Al Hijrah.
Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
Tuesday, February 21, 2012
Awan Nano - Hafiz AF
Melodi lagu ini kerap menjadi lagu latar yang dimainkan tanpa sedar dalam ruang kepala. hahaha. Padahal tak pernah ambil tahu pun sebelum ini. Tiba-tiba je lagu ni 'naik' carta laguku bila budak-budak asyik buka Astro Ceria dan keluar promo episod baru (dah tak berapa baru sekarang) Elly & Epit tu...
Patutlah bila Aku tanya diaorang, "Siapa nyanyi lagu ni?" dengan konfiden Hisham kata, "Abang Jo". Haik...Abang Jo mana pulak ni? Ada ke artis nama Abang Jo? Ni mesti artis suam-suam kuku nih. Hahaha...rupa-rupanya watak Abang Jo, ceh...! Lagu ini dinanyikan oleh Hafiz, yang rambut kembang tu. Tengok video lagu dia semata-mata nak tengok Herman Tino...hahaha...ya, ya...lama sungguh tak tengok Herman Tino dan suka sangat dengan kemunculannya dalam klip video Hafiz.
Dan terus tersuka lagu ini.
Lihat ke arah sana
Serakan warna dan berarakan
Awan
Pabila terik panas
Segera hadirnya memayungi diri
Pabila kau dahaga
Sesegera turun hujan melimpahkan kasihnya
Pabila kau katakan
Akulah awan itu yang kau mahu
Begitulah awan nano
Setia melindungi diri
Tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu
Kasihnya
Kasih tiada banding
Setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Awan kekasih sebenarmu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Lihat diriku ini
Yang sesekali pernah kau bagaikan awan
Sehingga tak mungkin terlupa
Berikan belas sedari dulu
Sehingga tak mungkin termampu saksi
Setitis pun air matamu kasihku
Sehingga kau katakan
Akulah awan itu yang kau rindu
Akulah awanmu yang sedia
Melindungi dirimu tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Akulah awanmu yang sering kau rindu
Dan tak terduga hadirmu walau tak tercapai jejarimu
Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Begitulah awan nano
Setia melindungi diri tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu
Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Patutlah bila Aku tanya diaorang, "Siapa nyanyi lagu ni?" dengan konfiden Hisham kata, "Abang Jo". Haik...Abang Jo mana pulak ni? Ada ke artis nama Abang Jo? Ni mesti artis suam-suam kuku nih. Hahaha...rupa-rupanya watak Abang Jo, ceh...! Lagu ini dinanyikan oleh Hafiz, yang rambut kembang tu. Tengok video lagu dia semata-mata nak tengok Herman Tino...hahaha...ya, ya...lama sungguh tak tengok Herman Tino dan suka sangat dengan kemunculannya dalam klip video Hafiz.
Dan terus tersuka lagu ini.
Lihat ke arah sana
Serakan warna dan berarakan
Awan
Pabila terik panas
Segera hadirnya memayungi diri
Pabila kau dahaga
Sesegera turun hujan melimpahkan kasihnya
Pabila kau katakan
Akulah awan itu yang kau mahu
Begitulah awan nano
Setia melindungi diri
Tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu
Kasihnya
Kasih tiada banding
Setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Awan kekasih sebenarmu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Lihat diriku ini
Yang sesekali pernah kau bagaikan awan
Sehingga tak mungkin terlupa
Berikan belas sedari dulu
Sehingga tak mungkin termampu saksi
Setitis pun air matamu kasihku
Sehingga kau katakan
Akulah awan itu yang kau rindu
Akulah awanmu yang sedia
Melindungi dirimu tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Akulah awanmu yang sering kau rindu
Dan tak terduga hadirmu walau tak tercapai jejarimu
Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Begitulah awan nano
Setia melindungi diri tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu
Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu
Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu
Wednesday, July 13, 2011
Lakonan Hidup - S.M. Salim
Bukan yang pahit itu semuanya racun...
Dan bukan yang bermadu itu penawar belaka...
Adakalanya yang manis itulah yang meracun dalam diam (kes diabetes)
Manakala yang pahit itu menjadi penawar yang mujarab
Yang manis jangan terus ditelan
Yang pahit jangan terus dibuang
Yang manis kena selalu berwaspada, banyak helahnya
Yang pahit bukan selalu memperdaya, ada pengajarannya
**************************************************************
Kusangka aur di pinggir tebing
Kiranya tebu di pinggir bibir
Kusangka jujur pancaran batin
Rupanya palsu penghias zahir
Kukira hati jiwa nurani
Suci seindah wajah terbayang
Kukira puji seikhlas budi
Kulupa lidah tidak bertulang
Di manis gula semut binasa
Kail berduri bersalut umpan
Di manis kata insan terlena
Kerana budi hamba terkorban
( 1 )
Inikah dia lakunan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda
(Ulang 1)
Dan bukan yang bermadu itu penawar belaka...
Adakalanya yang manis itulah yang meracun dalam diam (kes diabetes)
Manakala yang pahit itu menjadi penawar yang mujarab
Yang manis jangan terus ditelan
Yang pahit jangan terus dibuang
Yang manis kena selalu berwaspada, banyak helahnya
Yang pahit bukan selalu memperdaya, ada pengajarannya
**************************************************************
Kusangka aur di pinggir tebing
Kiranya tebu di pinggir bibir
Kusangka jujur pancaran batin
Rupanya palsu penghias zahir
Kukira hati jiwa nurani
Suci seindah wajah terbayang
Kukira puji seikhlas budi
Kulupa lidah tidak bertulang
Di manis gula semut binasa
Kail berduri bersalut umpan
Di manis kata insan terlena
Kerana budi hamba terkorban
( 1 )
Inikah dia lakunan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda
(Ulang 1)
Subscribe to:
Posts (Atom)

